Langsung ke konten utama

Melawat Ingatan 2024 (2)

Lanjutan ...

6. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka

"Negeri kau beradat," salah satu kalimat yang masih membekas di ingatan saya. Membayangkan posisi seorang Zainuddin yang terpuruk karena  kisah asmaranya yang terhalang oleh adat. 

Pengalaman yang saya peroleh dari novel ini menurut hemat saya, terdapat 2 poin:

Pertama dengan membaca novel satu ini seakan-akan pembaca dibawa melintasi zaman. Menerobos sekat pembatas antara dunia yang kini kita alami dengan masa lalu. Jujur saja perasaan nostalgia saya dengan masa kecil jadi terpantik tatkala membaca novel ini. Seakan novel ini berbicara "nak kemarilah, lihat!" Dan wuss kilas balik pun muncul. Walaupun bisa dibilang pengalaman saya ini tak ada kaitannya dengan isi novel. Tapi entah mengapa novel satu ini mampu membangkitkan perasaan tersebut.

Kedua dalam novel ini bila saya andai-andaikan seperti pembaca akan diterbangkan setinggi mungkin lalu setimpal dengan itu akan dijatuhkan dengan menyakitkan. Disini saya berbicara perihal emosi pembaca yang akan dibuat naik turun, girang geram dengan perjalanan manis pahit Zainuddin.

Sebenarnya hal yang didapatkan seusai membaca novel ini setelah menonton adaptasi filmnya adalah sedikit penyesalan. Perihal imajinasi saya yang tak bisa liar
seperti ketika saya membaca buku-buku lainnya. Karena saya lebih suka dengan karakter yang terbentuk sendiri dalam alam pikiran tanpa ada penggambaran yang konkrit terlebih dahulu. Dalam kasus ini wajah, suara, dan intonasi percakapan dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang saya baca jadi sedikit banyak terdikte oleh filmnya. Selebihnya novel ini benar-benar karya epik yang masih patut dan sepertinya akan selalu patut untuk dibaca.

7. Padma Jalma karya Indra Agusta
Judul yang terpampang jelas di wajah buku ini bukan tak ada maksudnya. Padma dan Jalma adalah dua tokoh yang menjadi inti cerita dalam novela ini.  Ah, iya ini adalah kali kedua saya membaca sebuah jenis karya sastra berbentuk novela. Setelah sebelumnya membaca novela berjudul Melawat Ingatan karya Ruly R. yang sudah saya singgung di ulasan tahun 2023 lalu. 

Ketika menemukan buku Padma Jalma di dalam jajaran buku lain pada rak inventaris sekretariat LPM, saya sekilas membolak-balik buku ini terlebih dahulu. Sebuah kebiasaan yang saya lakukan tatkala akan memutuskan untuk membacanya atau tidak. Kesan pertama yang muncul adalah perasaan sedih dan iba. Entahlah dengan sekilas saja rasanya saya akan terus mendapati dua emosi tersebut jikalau membaca Padma Jalma.

Setelah saya putuskan untuk meminang buku satu ini sebagai asupan bulanan. Dalam masa pembacaan, tokoh Jalma yang berasal dari keluarga sederhana namun kurang beruntung. Sebab bapaknya masih belum selesai dengan masalahnya sehingga Jalma kehilangan kasih sayang yang seharusnya ia butuhkan karena terabaikan. Sedangkan ibunya telah lama pergi. Di tengah kebutuhan akan rasa aman dan kasih sayang. Hadirlah Padma, sosok penting bagi Jalma. Dimana hal yang selama ini ia tak dapatkan berada pada sosok Padma.

Ah, selama membaca novela ini emosi campur aduk. Di karenakan melihat sepak terjang kisah Padma Jalma. Kadang sangat mendebarkan kadang pula dipaksa menebak dan terpatahkan begitu saja dengan alur yang ada. 

 
8. Re: dan Perempuan Karya Maman Suherman
Bila sebelumnya diulasan bagian pertama telah tersaji buku Re: kini sekuel dari buku ini yang akan saya ulas. Walaupun kalau dikatakan lebih tepatnya gabungan dari buku pertamanya dan sekuel kedua. Sedikit mengingat bahwa novel Re: terfokus pada tokoh bernama Re atau Rabiah Al adawiyah. Kisah semasa Herman selaku penulis berinteraksi dengan Rere. Sedangkan novel PeREmpuan terfokus pada kisah anak dari Rere bernama Melur.

Bagian-bagian kepingan puzzle yang hilang ketika membaca novel Re: akan perlahan kalian sadari dan temukan di novel ini. Melur yang nasib hidupnya berbanding 180 derajat dengan ibunya. Menerima pendidikan yang layak hingga sarjana di negeri Jepang hingga hidup dalam kehangatan keluarga serta hal-hal lain yang nampak seperti sebuah dongeng belaka bagi Re. Kini semua telah dirasakan Melur.

Sebagaimana pepatah bahwa tak ada bangkai yang tak tercium. Kebenaran tentang siapa ibu kandung Melur tak bisa lagi disembunyikan. Fitrah seorang anak yang selalu ingin bertemu ibunya membawa Melur dalam pencarian menuju masa kelam. Patut disangka bahwa rasa keingintahuan yang besar merupakan navigasi yang dimiliki Melur sebagai bekal utama pencarian ini. 

Dalam sekuel ini pula saya semakin dibuat tak percaya bahwa sejauh saya membaca dari awal lembar hingga kata terakhir. Semua yang ditulis berdasar pada kisah nyata. Begitu banyak hal-hal yang di luar prasangka. Selalu dibuat tercengang sekaligus dibuat penasaran. Banyak moment yang membuat saya sebentar menjadi jumawa karena seakan bisa menebak arah plot dan bagaimana kesimpulan akhir dari misteri yang ada. Tapi  selalu berakhir dengan nelangsa, selalu dipatahkan.

9. Bom Sang Teroris Karya Albert Camus
Ketika ingin membaca buku yang satu ini saya benar-benar harus membulatkan tekad untuk menyelesaikannya hingga halaman terakhir. Rasanya pada saat itu buku ini seperti memiliki keenganan untuk saya baca, tapi berbeda dengan rasa ingin tahu saya akan karya-karya Albert Camus. Musabab saya dahulu terlanjur kepincut dengan novel Orang Asing-nya Camus. Semacam ada rasa penasaran untuk menyelami bagaimana perasaan yang akan muncul ketika membaca karyanya. Ibarat seperti kecanduan adrenalin yang dimiliki para penghobi olahraga ekstrem. Selalu ingin merasakan adrenalin di setiap trek yang menantang. Sama halnya dengan karya Camus selalu mengejutkan di setiap halamannya. 

Novel yang disadur dari karya Albert Camus ini memberikan perspektif yang berbeda dari kebanyakan buku yang saya baca. Bagaimana tidak, dengan menghadirkan sudut pandang dari pelaku pengeboman. Bukankah itu menjadi hal yang unik? Sisi dimana kebanyakan orang menganggap mereka-mereka ini merupakan penjahat. Tapi dalam novel ini pengeboman dilakukan bukan hanya dilandaskan pada kesenangan semata, tapi pada cita-cita penggulingan rezim yang berkuasa. Wah betul-betul dibanting sana sini perihal mana yang sebenarnya baik dan jahat. Tapi tak hanya sampai disitu. Pembangunan karakter yang kuat menjadi landasan Camus dalam mengolah konflik emosi dari setiap tokohnya. Entah konflik batin tokoh dengan dirinya sendiri atau konfrontasi dengan tokoh lain.

10. Orang-Orang Proyek Karya Ahmad Tohari
Dahulu sebelum membaca buku ini, nama penulis Ahmad Tohari selalu saya kaitkan dengan karya monumentalnya yaitu trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Tapi setelah membaca karyanya yang satu ini saya jadi semakin penasaran novelnya Orang-Orang Proyek ini saja sudah sebagus ini apalagi karya monumentalnya. 

Walaupun ini karya fiksi, setidaknya dengan membaca Orang-Orang Proyek saya sudah mendapatkan sebuah bagaimana skenario korupsi itu terjadi. Ternyata selain dari karakter dan integritas seseorang, sebuah sistem sangat berpengaruh dalam mendukung sebuah tindak korupsi. Lalu bagaimana dunia kerja di mata seorang idealis yang benar-benar memegang prinsip. Membuat orang tersebut berada dalam persimpangan menepi atau ikut arus.

Menceritakan tentang proyek pembangunan sebuah jembatan yang penuh dengan problematika. Selain itu rekam kehidupan sosial yang kontras antara kawasan proyek dengan lingkungan sekitarnya juga tergambarkan dengan jelas. 

Ahmad Tohari kalau saya bisa katakan berhasil menghadirkan sebuah skenario theater of mind yang betul-betul ringan namun kompleks. Detail-detail kecil bisa dihadirkan kepada pembaca.



Magetan,17 Juli 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Bacaan Akhir Tahun 2025 (2)

 Lanjutan.... 6. Perempuan: Kumpulan Cerita Pendek  (Karya: Mochtar Lubis)     Sengaja memang saya targetkan membaca karya Mochtar Lubis lainnnya seusai menyelesaikan novel Harimau! Harimau!. Karena rasanya saya semakin kecanduan dengan karya-karyanya. Kumpulan cerpen berjudul Perempuan kini saya libas. Buku yang memuat 19 cerpen ini berhasil membuat saya tiba-tiba jadi pelancong, berkelana ke pelbagai negara. Mulai dari Korea lewat cerpen berjudul Kebun Pohon Kastanye, atau ke Jepang dengan cerpen Perempuan, hingga ke New York bersama Angin Musim Gugur.      Selain dibawa melancong lintas negara, lintas zaman juga saya alami ketika membaca buku ini. Dengan hampir latar suasana setiap cerpennya pasca  kemerdekaan. Berbagai potret kondisi yang dibuat sebagai latar, memberi saya wawasan mengenai bagaimana gambaran suasana kala itu (baca: pasca kemerdekaan).      Dari beberapa cerpen yang termuat, ada yang betul-betul b...

Mengulas bacaan tahun 2023 (Part2)

     (PART 2)        Buku “Melawat Ingatan” sebuah novela karya Ruly R . Foto Novela "Melawat Ingatan"           Sebuah buku yang cocok untuk dibaca dikala pikiran perlu rehat dari hiruk pikuk pekerjaan atau perkuliahan. Buku yang masuk dalam kategori novela ini merupakan salah satu karya dari founder Dinamit Kopi X penerbit Rusamenjana di Ponorogo yaitu Ruly R.  Sejujurnya pada awalnya mengenai perbedaan antara sebuah novel dan novela tak terlalu saya mengerti. Pikir saya, mungkin salah dalam penulisan atau Typo.  Ternyata setelah membuka KBBI saya menemukan perbedaannya.       Jika novel secara garis besar menceritakan kehidupan seseorang atau tokoh dan cenderung lebih kompleks permasalahannya. Entah satu konflik atau lebih di dalamnya. Beerbeda dengan novela. Karya satu ini sama-sama sebuah prosa yang panjangnya lebih dari cerpen namun tak sepanjang novel. Pun juga dalam novela lebih berkut...

Mengulas kembali bacaan yang dibaca pada tahun 2023 lalu (PART 1)

- Part 1      Buku merupakan hal yang tak akan lekang oleh waktu. Di dalam buku terdapat hal kekal yaitu tulisan. Tulisan terdiri dari kata dan aksara, yang merupakan bukti perkembangan peradaban yang paling tua yang diwariskan oleh para nenek moyang. Kehebatan dari sebuah buku terbukti membuat akal para pembaca bereaksi hingga menimbulkan proses berlogika serta berpikir dengan wujud hasil pemahaman dan penafsiran atas isi buku yang dibaca. Pernah salah satu orang mengutarakan pendapatnya bahwa kehebatan dari sebuah buku adalah saat benda mati itu (buku) ditulis maka sang penulis melakukan proses berpikir dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Lalu buku karya penulis tersebut dibaca oleh pembaca dan lagi-lagi terjadi proses berpikir guna memahami isi dari tulisan tersebut hingga menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda oleh para pembaca. Hebatnya lagi buku merupakan alat untuk berkomunikasi lintas waktu secara tidak langsung. Penulis yang sudah mati akan tetap abadi dala...