Langsung ke konten utama

TPQ Nurul Iman dan KPM 72 IAIN Ponorogo Gelar Outbound Seru, Santri Antusias Ikuti Perlombaan

(Foto KPM 72 dengan santri TPQ Nurul Iman 2024)

Bulukerto, (07/07/2024) – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Iman berkolaborasi dengan kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 72 IAIN Ponorogo mengadakan kegiatan outbound di Lapangan Guli Lingkungan Payaman, Bulukerto. Acara ini diikuti sebanyak 30 santriwan-santriwati.

Acara ini dimulai pukul 07.00 WIB dimana para santri diajak berkeliling terlebih dahulu menggunakan sepur mini menyusuri lingkungan sekitar sebelum akhirnya menuju lokasi outbound. Sesampainya di lokasi, antusiasme anak-anak semakin terlihat saat panitia mengumumkan rangkaian perlombaan yang akan digelar. Tiga jenis lomba telah disiapkan, yaitu estafet kardus, memasukkan tusuk bambu menggunakan rafia ke dalam botol kecap, dan estafet air.

Dipilihnya tiga macam lomba ini bertujuan agar dapat melatih kekompakan para santri. “lomba estafet kardus, dan dua perlombaan lainnya memang sengaja menjadi pilihan karena semuanya merupakan lomba yang membutuhkan kekompakan kelompok,” ujar Nasihathullah salah satu mahasiswa KPM 72.

Kegiatan ini memang sudah sering diadakan setiap tahun dan berfungsi sebagai sarana hiburan para santri, “ya acara outbound ini memang agenda setiap tahun. Sebagai ajang hiburan para santri, biar tidak ngaji terus,” papar Nita salah satu pengasuh TPQ.

Acara outbound TPQ Nurul Iman ini ditutup dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba lalu dilanjutkan sesi foto bersama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Bacaan Akhir Tahun 2025 (2)

 Lanjutan.... 6. Perempuan: Kumpulan Cerita Pendek  (Karya: Mochtar Lubis)     Sengaja memang saya targetkan membaca karya Mochtar Lubis lainnnya seusai menyelesaikan novel Harimau! Harimau!. Karena rasanya saya semakin kecanduan dengan karya-karyanya. Kumpulan cerpen berjudul Perempuan kini saya libas. Buku yang memuat 19 cerpen ini berhasil membuat saya tiba-tiba jadi pelancong, berkelana ke pelbagai negara. Mulai dari Korea lewat cerpen berjudul Kebun Pohon Kastanye, atau ke Jepang dengan cerpen Perempuan, hingga ke New York bersama Angin Musim Gugur.      Selain dibawa melancong lintas negara, lintas zaman juga saya alami ketika membaca buku ini. Dengan hampir latar suasana setiap cerpennya pasca  kemerdekaan. Berbagai potret kondisi yang dibuat sebagai latar, memberi saya wawasan mengenai bagaimana gambaran suasana kala itu (baca: pasca kemerdekaan).      Dari beberapa cerpen yang termuat, ada yang betul-betul b...

Mari Meluruskan Pemahaman Umum Tentang Merokok

  Photo by Daniele Fotia on Unsplash Persinggungan dengan rokok Rokok sepertinya sudah menjadi hal lumrah yang bisa ditemui hampir pada setiap toko dan warung. Pun, pemakainya jangan diragukan lagi jumlahnya. Dari kalangan bawah hingga atas banyak yang jadi perokok. Saya sendiri bukanlah perokok, tapi dahulu tatkala merantau pernah menjadi perokok yang tak terlalu lama sih. Hanya 2 bulan kurang, itupun selalu beli rokok eceran. Dan akhirnya saya memutuskan berhenti karena tak menemukan apa kenikmatannya. Selain setiap hisapannya bikin kepala saya pusing, napas engap, dan mulut bau tembakau. Terlepas dari pendapat bahwa merokok ataupun tidak itu adalah hak pribadi masing-masing. Tapi tolonglah untuk para perokok, hargai keputusan yang gak merokok. Saya bisa bilang seperti ini sebab banyak ungkapan yang sering saya terima dari perokok yang masih aktif. Dan itu saya temui tidak sekali, tapi beberapa kali. Bukan laki-laki namanya kalau gak ngerokok Ini ungkapan yang sering saya ...

Sepeda Listrik : Terobosan yang Kadang Masih Membuat Saya Resah

  Photo by Dwi Cahyo on Unsplash Bagaimana bila kawan-kawan menemukan anak yang masih di   bawah umur menaiki kendaraan tanpa   pengawasan orangtua. Masih diuntung bila menjumpainya di gang-gang komplek atau sekedar pelataran rumah. Nah, kalau berjumpa di pemberhentian lampu merah atau bangjo di tengah-tengah kota? Lha dhala. Mungkin saya dan teman-teman sudah banyak mengetahui kalau Indonesia merupakan negara sasaran untuk memasarkan produk otomotif negara industri. Seperti halnya jepang dan negara industri lainnya. Tapi, mirisnya justru negara-negara asal pencipta kendaraan yang kita pakai, tidak banyak menggunakan kendaraan pribadi seperti halnya sepeda motor dan mobil secara intens, bahkan bisa dibilang mayoritas lebih mengutamakan menggunakan transportasi umum ataupun jalan kaki. Tak sampai disitu, pada konteks kepemilikan kendaraan hampir di Indonesia dalam satu rumah bisa ada satu hingga tiga kendaraan bermotor,   jadi setiap anggota keluarga dipegangi sat...