Langsung ke konten utama

SDN 4 Bulukerto Kolaborasi Dengan KPM 72 Dalam Rangkaian MPLS 2024



(Foto bersama seluruh siswa-siswi SDN 4 Bulukerto)

Dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Bulukerto menjalin kolaborasi dengan kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 72 Institut Agama Islam Negeri Ponorogo dengan mengusung tema “Generasi Unggul, Beriman, Berakhlak Mulia, dan Bebas Bullying. Acara ini berlangsung mulai tanggal 22-23 Juli 2024 dan diikuti bukan hanya siswa baru kelas 1 namun juga siswa kelas 2 hingga 6.

Pengambilan tema ini didasari akan urgensi kebutuhan dewasa ini tentang maraknya kasus perundungan yang ada di sekolah. Selain hal tersebut, tujuan utama pemilihan tema ini guna menanamkan budi pekerti dan sopan santun kepada para siswa.”Dewasa ini perundungan dan juga terkikisnya moral semakin marak, maka kami (KPM) mengusung tema yang berkaitan (dengan) cara membentengi hal tersebut. (Maka) Tercetuslah tema tersebut,” papar Lintang Anjarningtyas selaku divisi pendidikan KPM 72.

Pada hari pertama rangkaian kegiatan MPLS diawali dengan bersih-bersih bersama lalu dilanjutkan agenda salat Duha. Setelah selesai, para siswa baru akan melaksanakan kegiatan yang berbeda antara kelas 1 dan 2-6.  Untuk siswa baru dijadwalkan melaksanakan Wiyata Mandala atau pengenalan lingkungan SD yang meliputi ruang kelas, kamar mandi, musala, perpustakaan, kantin dan juga kantor. Sedangkan bagi siswa kelas 2 hingga 6 diarahkan untuk masuk ke dalam kelas masing-masing guna penyampaian materi perihal budi pekerti dan juga pola hidup sehat serta anti bullying.

Lebih lanjut, rangkaian kegiatan pada hari kedua kurang lebih masih sama hingga pada tahap salat Duha. Pasca agenda kerohanian tersebut selesai, para siswa kelas 1 akan diarahkan menuju kelasnya guna melaksanakan kegiatan mewarnai. Lalu bagi siswa kelas 2 dan 3 akan diarahkan menuju halaman sekolah guna ice breaking dan fun game sebentar, setelah selesai akan dilanjutkan masuk ke kelas guna melakukan kegiatan kolase. Terakhir, untuk siswa kelas 4 sampai 6 akan dilatih Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Bacaan Akhir Tahun 2025 (2)

 Lanjutan.... 6. Perempuan: Kumpulan Cerita Pendek  (Karya: Mochtar Lubis)     Sengaja memang saya targetkan membaca karya Mochtar Lubis lainnnya seusai menyelesaikan novel Harimau! Harimau!. Karena rasanya saya semakin kecanduan dengan karya-karyanya. Kumpulan cerpen berjudul Perempuan kini saya libas. Buku yang memuat 19 cerpen ini berhasil membuat saya tiba-tiba jadi pelancong, berkelana ke pelbagai negara. Mulai dari Korea lewat cerpen berjudul Kebun Pohon Kastanye, atau ke Jepang dengan cerpen Perempuan, hingga ke New York bersama Angin Musim Gugur.      Selain dibawa melancong lintas negara, lintas zaman juga saya alami ketika membaca buku ini. Dengan hampir latar suasana setiap cerpennya pasca  kemerdekaan. Berbagai potret kondisi yang dibuat sebagai latar, memberi saya wawasan mengenai bagaimana gambaran suasana kala itu (baca: pasca kemerdekaan).      Dari beberapa cerpen yang termuat, ada yang betul-betul b...

Mari Meluruskan Pemahaman Umum Tentang Merokok

  Photo by Daniele Fotia on Unsplash Persinggungan dengan rokok Rokok sepertinya sudah menjadi hal lumrah yang bisa ditemui hampir pada setiap toko dan warung. Pun, pemakainya jangan diragukan lagi jumlahnya. Dari kalangan bawah hingga atas banyak yang jadi perokok. Saya sendiri bukanlah perokok, tapi dahulu tatkala merantau pernah menjadi perokok yang tak terlalu lama sih. Hanya 2 bulan kurang, itupun selalu beli rokok eceran. Dan akhirnya saya memutuskan berhenti karena tak menemukan apa kenikmatannya. Selain setiap hisapannya bikin kepala saya pusing, napas engap, dan mulut bau tembakau. Terlepas dari pendapat bahwa merokok ataupun tidak itu adalah hak pribadi masing-masing. Tapi tolonglah untuk para perokok, hargai keputusan yang gak merokok. Saya bisa bilang seperti ini sebab banyak ungkapan yang sering saya terima dari perokok yang masih aktif. Dan itu saya temui tidak sekali, tapi beberapa kali. Bukan laki-laki namanya kalau gak ngerokok Ini ungkapan yang sering saya ...

Jejak Bacaan Awal Tahun 2025 (1)

     Tahun ini memasuki tahun ketiga saya menjalani agenda membangun kebiasaan membaca. Setiap selesai membaca, saya membuat ulasan singkat sebagai salah satu cara untuk mempertahankan kebiasaan tersebut. Dari Januari hingga Agustus, sudah beberapa buku berhasil saya tuntaskan. Agar kesan dan wawasan dari buku-buku itu tetap terekam, saya menuliskannya dalam bentuk coretan atau pendapat pribadi. Berikut sedikit fafifu yang berhasil saya rangkum: 1. Jalan Tak Ada Ujung (Karya: Mochtar Lubis)      " Apa yang harus kita punya supaya kita terbebas dari ketakutan?" sebuah penggalan kalimat yang tersaji di awal novel satu ini.      Sudah menjadi salah satu target saya untuk diselesaikan yaitu membaca semua karya-karya Mochtar Lubis. Setelah dulu di tahun 2023 saya terpikat dengan Manusia Indonesa dan Senja di Jakarta-nya. Kini waktunya untuk karya beliau yang lain, yaitu Jalan Tak Ada Ujung.       Tahun lalu...