Minimnya Tenaga Ahli Pemulasaraan Jenazah: Kelompok KPM 72 Berkolaborasi Dengan Panitia Gebyar HUT RI Ke-79 Kelurahan Bulukerto Adakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Bulukerto
Bulukerto, (30/07/2024) Kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 72 IAIN
Ponorogo berkolaborasi dengan Panitia Gebyar HUT RI Ke-79 Kelurahan Bulukerto melaksanakan
program inti yaitu pelatihan pemulasaraan jenazah. Pelatihan ini bertempat di
aula Kelurahan Bulukerto dengan diikuti oleh setiap perwakilan Rukun Tetangga
(RT) se-Kelurahan Bulukerto.
Pemateri
acara ini tidak mendatangkan dari pihak luar, melainkan memaksimalkan potensi
anggota kelompok yang sudah pernah mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah,
yaitu M. Luthfil Hakim. Salah satu santri dari Pondok Pesantren Darul Huda
Mayak.
Acara
ini dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. Dengan rangkaian acara
terbagi menjadi dua sesi. Sesi satu berisi pemaparan teori tentang pemulasaraan
jenazah yang sesuai dengan syariat islam menggunakan media penayangan video,
sedangkan pada sesi kedua dilaksanakan demonstrasi beberapa rangkaian
pemulasaraan seperti memandikan dan juga mengkafani jenazah laki-laki maupun
perempuan.
Selain
pemberian materi secara lisan dan praktik, dari pihak panitia KPM 72 pun telah
menyediakan buku pedoman pemulasaraan jenazah yang sesuai dengan materi
pelatihan. Setiap RT mendapatkan satu buku pedoman. Hal ini bertujuan untuk
memaksimalkan pemahaman materi saat pelatihan maupun pasca.
Diadakannya
pelatihan ini sebab dilatarbelakangi minimnya tenaga ahli yang mumpuni dalam
hal pemulasaraan jenazah di Kelurahan Bulukerto. Sejauh ini dalam satu
kelurahan hanya satu orang yang mengurusi pemulasaraan jenazah yaitu kepala
urusan agama atau modin.
Pelatihan ini menargetkan para generasi muda di 22 RT. Dimana setiap RT diharuskan minimal mendelegasikan dua orang yaitu satu laki-laki dan satu perempuan dan diutamakan yang masih muda. Orientasi dari hal tersebut adalah guna regenerasi sumber daya manusia (SDM) di bidang pelayanan pemulasaraan jenazah kelak.
Dari
target yang sudah ditentukan sejumlah 2 delegasi dari 22 RT, yang dapat
menghadiri pelatihan hanya sejumlah 35 orang saja. Saat diusut sebab dari tidak
hadirnya para peserta ini dikarenakan
adanya acara lain yang kebetulan
bebarengan di hari yang sama.
Diselenggarakannya
kegiatan ini mendapat respon positif dari Widiyanto selaku ketua Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sekaligus ketua panitia Gebyar HUT RI ke-79 Kelurahan Bulukerto. ”Pas diadakan acara ini, kebetulan ini
pertama kalinya ada di Kelurahan Bulukerto. Dari warga sendiri sangat antusias,
bahkan ada beberapa orang dari desa sebelah yang menghubungi saya dikarenakan
ingin ikut (acara pelatihan) ini,” paparnya.
Terakhir
dengan adanya pelatihan ini diharapkan tenaga ahli dalam pemulasaraan jenazah bisa
semakin cakap dan mengalami regenerasi. Selain itu keterlambatan proses
pemulasaraan jenazah dapat diminimalisir.”Semoga adanya kegiatan ini
menjadikan pengurusan jenazah tidak terlambat dan SDM ahli di bidang
pemulasaraan jenazah bisa bertambah,” ucap Luthfil.

Komentar
Posting Komentar