Terlalu sayang untung tidak diapa-apakan. Kalau saja apa yang kita baca, satu buku semisal. Seluruh isinya, hurufnya, nuansa ketika menemukan momen mindblowing dalam buku, dan tentunya pengetahuan inti buku tersebut bisa tertancap dalam ingatan dengan kekal. Tentunya tak akan riskan orang yang telah membaca. Sebab semua yang dilahapnya silam mungkin masih tetap berada di kepalanya.
Seperti tulisan saya sebelumnya di laman ini. Pada kesempatan kali ini sejujurnya syukur amat besar untuk segalanya. Sebab di tahun kedua setelah niat saya mencoba serta memaksa diri untuk terus membaca mulai hasil.
Tak muluk-muluk, dapat menjaga rasa rindu untuk segera membaca buku di tengah gempuran gulir gawai saja sudah begitu nikmat. Sebab ada rasa yang tak bisa didapat dari sekedar video-video singkat di sosial media, di mana hal tersebut hanya saya temukan di buku.
"Baiklah, saya mohon kerjasamanya otak supaya lekas mengumpulkan berkas berkas di rak ingatan!"
1.Ninevelove karya J. S. Khairen
Buku yang dari covernya saja kalau dari kacamata saya seperti buku bergenre romansa. Tapi kalau diingat-ingat, alasan saya membeli buku ini di salah satu bazar buku daring karena settingnya menceritakan jatuh bangun organisasi pers mahasiswa. Sisi yang saya incar tatkala itu adalah bagaimana gambaran lain dari sisi kehidupan orang-orang yang berada di lingkup organisasi tersebut. Tapi yang saya dapat ternyata tak hanya itu. Bagian bagaimana menulis yang baik, disiplin organisasi, manajemen emosi hingga perihal keseruan naik gunung ternyata ikut menyertai dengan sendirinya.
Ada cerita menarik dibalik buku ini berdasarkan pengalaman saya. Jadi begini, setelah saya membaca buku ini iseng saya mencari akun media sosial penulisnya. Bang Jombang Santani Khairen atau populer dipanggil J.S. Khairen. Setelah ketemu, saya pun mengikuti akunnya. Hingga dalam satu kesempatan saya menuliskan komentar di salah satu postingan akunnya. Perihal karya novel Ninevelove-nya, dan terjadilah percakapan yang tak saya sangka.
2. Orang Asing karya Albert Camus
Membaca karya Albert Camus, seorang yang dikenal dengan pemikiran filosofis tentang Absurdisme. Gagasannya tentang absurditas secara apik tertuang dalam setiap karyanya yang saya baca. Seperti novel Orang Asing ini salah satunya. Setelah membaca buku ini, pandangan saya tentang hidup berubah. Selama membaca Orang Asing, selama itu juga saya seakan dibawa ke kehidupan yang sebenarnya begitu-gitu saja, semuanya memiliki pola dan akan terus terulang siklusnya. Menjadikan kita tak usah terlalu senang ataupun terlalu marah, secukupnya saja. Jangan buang buang tenagamu. Jalani saja, ada tidaknya makna dalam hidup. Teruslah hidup.
Buku yang berawal dari skripsi sang penulis ini benar-benar menampar saya. Penuh kejutan dan tentunya patut dijadikan pelajaran. Re tokoh dalam novel ini adalah seorang kupu-kupu malam yang terjebak dalam profesi tersebut sebab keterpaksaan. Di balik stigma bahwa perempuan malam itu tak ada nilainya, namun Kang Maman mampu mematahkan stigma tersebut. Dengan merekam kehidupan Re. Sisi lain kehidupan seorang pelacur lesbian yang baik hatinya, lembut perasaannya, dan besar empatinya.
Re sebenarnya bukan nama aslinya, nama aslinya amat mulia sehingga ia tak berani memakai nama tersebut sebab merasa tak mau menodainya. Robiah Al adawiyah nama asli Re. Bahkan saking merasa rendah diri atas profesinya ia tak mau anaknya sampai tahu. Tak mau sampai keringatnya menempel pada putrinya yang tak tahu apa-apa.
4. Dunia Anna karya Jostein Gaarder
"Seharusnya kita hanya menggunakan sumber daya sejumlah apa yang bisa kita wariskan ke generasi selanjutnya"
Ungkapan di atas merupakan prinsip resiprositas yang diajarkan lewat buku ini. Kita sebagai manusia yang hidup kini, hendaknya memikirkan bahwa sumber daya yang ada di bumi ini tidaklah kekal. Maka hendaknya kita bijak dalam menggunakannya.
Lewat buku ini juga kita disuguhkan kondisi dimana bumi mengalami krisis. Krisis iklim melanda dan manusia pada generasi tersebut hanya bisa mengetahui macam macam flora fauna lewat dokumentasi video dan foto saja, hampir punah semuanya.
Aksi kecil yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi krisis iklim ialah dengan mematikan mesin kendaraan ketika antre mengisi bahan bakar. Hal tersebut bila dilakukan satu orang tidaklah berdampak, tapi bila dilakukan seluruh penduduk dunia?
5. Animal Farm Karya George Orwell
Alegori yang akan selalu relevan di setiap zamannya. Kritik bagi setiap pemerintah yang totaliter. Kritik bagi pihak yang gila kekuasaan. Penggambaran sifat manusia dalam bentuk hewan, benar-benar pas.
Republik hewan ini merupakan pesan lintas zaman yang patut dibaca setiap kalangan agar lebih mawas. Kekuasaan selalu memabukkan. Dalam politik tak ada kawan tak ada lawan yang abadi. Namun, bukan berarti kita harus buta politik. Setidaknya kita harus sadar politik.
Bersambung....
Magetan, 1 Mei 2025
#Mnhb
Komentar
Posting Komentar