Langsung ke konten utama

Melawat Ingatan 2024 (1)

Terlalu sayang untung tidak diapa-apakan. Kalau saja apa yang  kita baca, satu buku semisal. Seluruh isinya, hurufnya, nuansa ketika menemukan momen mindblowing dalam buku, dan tentunya pengetahuan inti buku tersebut bisa tertancap dalam ingatan dengan kekal. Tentunya tak akan riskan orang yang telah membaca. Sebab semua yang dilahapnya silam mungkin masih tetap berada di kepalanya.

Seperti tulisan saya sebelumnya di laman ini. Pada kesempatan kali ini sejujurnya syukur amat besar untuk segalanya. Sebab di tahun kedua setelah niat saya mencoba serta memaksa diri untuk terus membaca mulai hasil. 

Tak muluk-muluk, dapat menjaga rasa rindu untuk segera membaca buku di tengah gempuran gulir gawai saja sudah begitu nikmat. Sebab ada rasa yang tak bisa didapat dari sekedar video-video singkat di sosial media, di mana hal tersebut hanya saya temukan di buku. 

"Baiklah, saya mohon kerjasamanya otak supaya lekas mengumpulkan berkas berkas di rak ingatan!"

1.Ninevelove karya J. S. Khairen
Buku yang dari covernya saja kalau dari kacamata saya  seperti buku bergenre romansa. Tapi kalau diingat-ingat, alasan saya membeli buku ini di salah satu bazar buku daring karena settingnya menceritakan jatuh bangun organisasi pers mahasiswa.  Sisi yang saya incar tatkala itu adalah bagaimana gambaran lain dari sisi kehidupan orang-orang yang berada di lingkup organisasi tersebut. Tapi yang saya dapat ternyata tak hanya itu. Bagian bagaimana menulis yang baik, disiplin organisasi, manajemen emosi hingga perihal  keseruan naik gunung ternyata ikut menyertai dengan sendirinya.

Ada cerita menarik dibalik buku ini berdasarkan pengalaman saya. Jadi begini, setelah saya membaca buku ini iseng saya mencari akun media sosial penulisnya. Bang Jombang Santani Khairen atau populer dipanggil J.S. Khairen. Setelah ketemu, saya pun mengikuti akunnya. Hingga dalam satu kesempatan saya menuliskan komentar di salah satu postingan akunnya. Perihal karya novel Ninevelove-nya, dan terjadilah percakapan yang tak saya sangka.
2. Orang Asing  karya Albert Camus
Membaca karya Albert Camus, seorang yang dikenal dengan pemikiran filosofis tentang Absurdisme.  Gagasannya tentang absurditas secara apik tertuang dalam setiap karyanya yang saya baca. Seperti novel Orang Asing ini salah satunya. Setelah membaca buku ini, pandangan saya tentang hidup berubah. Selama membaca Orang Asing, selama itu juga saya seakan dibawa ke kehidupan yang sebenarnya begitu-gitu saja, semuanya memiliki pola dan akan terus terulang siklusnya.  Menjadikan kita tak usah terlalu senang ataupun terlalu marah, secukupnya saja. Jangan buang buang tenagamu. Jalani saja, ada tidaknya makna dalam hidup. Teruslah hidup.
  3. Re: karya Maman Suherman
Buku yang berawal dari skripsi sang penulis ini benar-benar menampar saya. Penuh kejutan dan tentunya patut dijadikan pelajaran. Re tokoh dalam novel ini adalah seorang kupu-kupu malam yang terjebak dalam profesi tersebut sebab keterpaksaan. Di balik stigma bahwa perempuan malam itu tak ada nilainya, namun Kang Maman mampu mematahkan stigma tersebut. Dengan merekam kehidupan Re. Sisi lain kehidupan seorang pelacur lesbian yang baik hatinya, lembut perasaannya,  dan besar empatinya. 

Re sebenarnya bukan nama aslinya, nama aslinya amat mulia sehingga ia tak berani memakai nama tersebut sebab merasa tak mau menodainya. Robiah Al adawiyah nama asli Re. Bahkan saking merasa rendah diri atas profesinya ia tak mau anaknya sampai tahu. Tak mau sampai keringatnya menempel pada putrinya yang tak tahu apa-apa. 

4. Dunia Anna karya Jostein Gaarder
"Seharusnya kita hanya menggunakan sumber daya  sejumlah apa yang bisa kita wariskan ke generasi selanjutnya"

Ungkapan di atas merupakan prinsip resiprositas yang diajarkan lewat buku ini. Kita sebagai manusia yang hidup kini, hendaknya memikirkan bahwa sumber daya yang ada di bumi ini tidaklah kekal. Maka hendaknya kita bijak dalam menggunakannya.

Lewat buku ini juga kita disuguhkan kondisi dimana bumi mengalami krisis. Krisis iklim melanda dan manusia pada generasi tersebut hanya bisa mengetahui macam macam flora fauna lewat dokumentasi video dan foto saja, hampir punah semuanya.

Aksi kecil yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi krisis iklim ialah dengan mematikan mesin kendaraan ketika antre mengisi bahan bakar. Hal tersebut bila dilakukan satu orang tidaklah berdampak, tapi bila dilakukan seluruh penduduk dunia?

5. Animal Farm Karya George Orwell
Alegori yang akan selalu relevan di setiap zamannya.  Kritik bagi setiap pemerintah yang totaliter. Kritik bagi pihak yang gila kekuasaan. Penggambaran sifat manusia dalam bentuk hewan, benar-benar pas. 

Republik hewan ini merupakan pesan lintas zaman yang patut dibaca setiap kalangan agar lebih mawas. Kekuasaan selalu memabukkan. Dalam politik tak ada kawan tak ada lawan yang abadi. Namun, bukan berarti kita harus buta politik. Setidaknya kita harus sadar politik. 

Bersambung....
 
Magetan, 1 Mei 2025
#Mnhb





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Bacaan Akhir Tahun 2025 (2)

 Lanjutan.... 6. Perempuan: Kumpulan Cerita Pendek  (Karya: Mochtar Lubis)     Sengaja memang saya targetkan membaca karya Mochtar Lubis lainnnya seusai menyelesaikan novel Harimau! Harimau!. Karena rasanya saya semakin kecanduan dengan karya-karyanya. Kumpulan cerpen berjudul Perempuan kini saya libas. Buku yang memuat 19 cerpen ini berhasil membuat saya tiba-tiba jadi pelancong, berkelana ke pelbagai negara. Mulai dari Korea lewat cerpen berjudul Kebun Pohon Kastanye, atau ke Jepang dengan cerpen Perempuan, hingga ke New York bersama Angin Musim Gugur.      Selain dibawa melancong lintas negara, lintas zaman juga saya alami ketika membaca buku ini. Dengan hampir latar suasana setiap cerpennya pasca  kemerdekaan. Berbagai potret kondisi yang dibuat sebagai latar, memberi saya wawasan mengenai bagaimana gambaran suasana kala itu (baca: pasca kemerdekaan).      Dari beberapa cerpen yang termuat, ada yang betul-betul b...

Mengulas bacaan tahun 2023 (Part2)

     (PART 2)        Buku “Melawat Ingatan” sebuah novela karya Ruly R . Foto Novela "Melawat Ingatan"           Sebuah buku yang cocok untuk dibaca dikala pikiran perlu rehat dari hiruk pikuk pekerjaan atau perkuliahan. Buku yang masuk dalam kategori novela ini merupakan salah satu karya dari founder Dinamit Kopi X penerbit Rusamenjana di Ponorogo yaitu Ruly R.  Sejujurnya pada awalnya mengenai perbedaan antara sebuah novel dan novela tak terlalu saya mengerti. Pikir saya, mungkin salah dalam penulisan atau Typo.  Ternyata setelah membuka KBBI saya menemukan perbedaannya.       Jika novel secara garis besar menceritakan kehidupan seseorang atau tokoh dan cenderung lebih kompleks permasalahannya. Entah satu konflik atau lebih di dalamnya. Beerbeda dengan novela. Karya satu ini sama-sama sebuah prosa yang panjangnya lebih dari cerpen namun tak sepanjang novel. Pun juga dalam novela lebih berkut...

Mengulas kembali bacaan yang dibaca pada tahun 2023 lalu (PART 1)

- Part 1      Buku merupakan hal yang tak akan lekang oleh waktu. Di dalam buku terdapat hal kekal yaitu tulisan. Tulisan terdiri dari kata dan aksara, yang merupakan bukti perkembangan peradaban yang paling tua yang diwariskan oleh para nenek moyang. Kehebatan dari sebuah buku terbukti membuat akal para pembaca bereaksi hingga menimbulkan proses berlogika serta berpikir dengan wujud hasil pemahaman dan penafsiran atas isi buku yang dibaca. Pernah salah satu orang mengutarakan pendapatnya bahwa kehebatan dari sebuah buku adalah saat benda mati itu (buku) ditulis maka sang penulis melakukan proses berpikir dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Lalu buku karya penulis tersebut dibaca oleh pembaca dan lagi-lagi terjadi proses berpikir guna memahami isi dari tulisan tersebut hingga menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda oleh para pembaca. Hebatnya lagi buku merupakan alat untuk berkomunikasi lintas waktu secara tidak langsung. Penulis yang sudah mati akan tetap abadi dala...