Bergegas kusiapkan barang bawaan yang tak begitu banyak. Ya, tak begitu banyak. Namun, bentuk yang kecil dan penuh printilan mengharuskanku meningkatkan kadar ketelitian saat menatanya di dalam tas. Hari ini ku berangkat tak seperti rutinitas sebelumnya yaitu di pagi hari, melainkan selepas duhur. Bimbingan pada dosen yang mendadak mengharuskanku mengikuti jadwal kosong beliau, Pak Muh. Kisahku hari ini bukan tentang Bimbingan dengan Pak Muh yang mendadak. Tapi perihal setelahnya. Tentang wanita bernama Senja. Pertemuanku dengan Senja hari ini memang telah ku jadwalkan semalam. Serba mendadak. Serba terburu-buru sebab rindu kami sudah membuncah. Oh iya, Senja adalah wanitaku, baru beberapa purnama kami bersama. Pertemuan kami berawal saat kami menjadi satu tim dalam sebuah agenda kampus. Satu bulan lebih masanya. Semua berawal saat pemberangkatan menuju lokasi agenda kampus ini. Entah apa yang kupikirkan. Kuputuskan untuk membonceng Senja tatkala menuju lokasi itu, Desa B. Obrola...
Tempat dimana saya menuangkan hal-hal yang saya suka. Mulai dari kenangan, ulasan buku, opini, hingga sajak.