Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Sejumput Rasa

Aku adalah sepi Jaraknya hanya sejumput rasa  Antara kebebasan dan kesepian  Lidah kesadarannya kurang peka Merasakan beda antar keduanya Samar, benar-benar samar Aku hadir ketika jeda  Aku lelap ketika membaca  Aku tersentak saat aku sadar kalau aku masih bernafas Ketika sudah begitu, barulah ku akui kau temanku Magetan, 21 Juli 2025

Melawat Ingatan 2024 (2)

Lanjutan ... 6. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka "Negeri kau beradat," salah satu kalimat yang masih membekas di ingatan saya. Membayangkan posisi seorang Zainuddin yang terpuruk karena  kisah asmaranya yang terhalang oleh adat.  Pengalaman yang saya peroleh dari novel ini menurut hemat saya, terdapat 2 poin: Pertama dengan membaca novel satu ini seakan-akan pembaca dibawa melintasi zaman. Menerobos sekat pembatas antara dunia yang kini kita alami dengan masa lalu. Jujur saja perasaan nostalgia saya dengan masa kecil jadi terpantik tatkala membaca novel ini. Seakan novel ini berbicara "nak kemarilah, lihat!" Dan wuss kilas balik pun muncul. Walaupun bisa dibilang pengalaman saya ini tak ada kaitannya dengan isi novel. Tapi entah mengapa novel satu ini mampu membangkitkan perasaan tersebut. Kedua dalam novel ini bila saya andai-andaikan seperti pembaca akan diterbangkan setinggi mungkin lalu setimpal dengan itu akan dijatuhkan deng...