puisi Hari Ini Untuk Dia Dingin menjelma jadi embun Dan nitra-mu sudah berkilau Hitam putih nitra-mu saat kutatap Menampilkan keteduhan dan keteguhan Hawa Tatkala sang Surya masih malu-malu Kau sudah penuh mau Dia tersenyumlah Maafkanlah Ia yang terlambat Bukannya tak ingat, Tapi memang Ia bukan orang 'kebanyakan' Ia tak ingin mengikuti kawanan Ah, cukuplah jangan sampai Ia jadi lupa Selamat atas apa yang kau rayakan hari ini Walau kadang hidup doanya mesti seragam Tapi untuk hari ini Ia mohon Pada Tuhan dan Bumi Yang terbaik untuk Dia Bulukerto, 23 Juli 2024
Tempat dimana saya menuangkan hal-hal yang saya suka. Mulai dari kenangan, ulasan buku, opini, hingga sajak.