Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Hari ini untuk Dia

puisi Hari Ini Untuk Dia Dingin menjelma jadi embun Dan nitra-mu sudah berkilau Hitam putih nitra-mu saat kutatap Menampilkan keteduhan dan keteguhan Hawa Tatkala sang Surya masih malu-malu Kau sudah penuh mau Dia tersenyumlah Maafkanlah Ia yang terlambat Bukannya tak ingat, Tapi memang Ia bukan orang 'kebanyakan' Ia tak ingin mengikuti kawanan Ah, cukuplah jangan sampai Ia jadi lupa Selamat atas apa yang kau rayakan hari ini Walau kadang hidup doanya mesti seragam Tapi untuk hari ini Ia mohon Pada Tuhan dan Bumi Yang terbaik untuk Dia Bulukerto, 23 Juli 2024

Tanda. Tanya?

puisi 1 Tanda. Tanya? oleh: MNHB Katanya negeri ini kaya Kaya sumber dayanya Tapi sepertinya luput tiga kata  YANG HARUS DIEKSPLOITASI Katanya pendidikan dibiayai negara Semua berhak berpendidikan Tapi pendidikan di nomor duakan oleh Si Ibu Ya, Ibu itu Katanya pemimpin harus dipilih rakyat Tak harus saudagar, memang Memang benar adanya Tapi kok ada bapak usul Uang itu niscaya Katanya Indonesia itu negeri sawah Makan tinggal kesamping griya Tapi kenapa masih minta ke N tetangga Hutan ditebang kemana batangnya? Padi dipanen kemana muaranya? Pendidikan merata untuk siapa? Pemimpin menang ini jatah kursinya Enam dua, enam dua. Keboireng, 19 Mei 2024

Magetan di Mata Iman Budhi Santosa

  Judul buku : Magetan: Bumi Kelahiran Penulis : Iman Budhi Santosa Penerbit : Interlude Tahun terbit : Desember 2023 Tebal : 14 x 21 cm, 142 halaman Sosok Iman Budhi Santosa atau IBS merupakan salah satu tokoh sastra indonesia yang tak usah diragukan lagi kiprahnya dalam berkarya. Iman Budhi Santosa yang kerap dipanggil “Mas Iman” ini  di kalangan sastrawan tak pernah asing di telinga bila disebut. Beliau memang aktif di dunia sastra terutama di Yogyakarta. IBS dalam buku ini yaitu “Magetan: Bumi Kelahiran” menuliskan bagaimana kenangan dan juga memori-memorinya yang membekas hingga akhir hayatnya tentang Magetan. Buku ini berisi kumpulan esai-esai perihal memoar IBS saat masa kecilnya tinggal di tanah kelahirannya Magetan.   Serta di buku ini pula, kita para pembaca dapat mulai mengenal bagaimana sosok serta kebiasaan IBS yang gemar menulis dibentuk. Magetan dalam pandangan IBS sangatlah monumental. Di tengah deruan zaman yang terus berubah, ingatan tentan...